Posted by: bachnas | 16th Dec, 2009

Akibat Gempa

AKIBAT GEMPA
Gempa suatu kejadian alam  atau dapat kita katakan merupakan suatu fenomena alam. Akibat dari gempa tak dapat dihindari dan memberikan dampak berupa kerusakan dimuka bumi ini. Anggaplah ini merupakan suatu ujian ketaqwaan dan tantangan bagi kita semua. Boleh dikatakan hamper semua bangunan teknik sipil terletak diatas muka tanah, seperti bangunan gedung, menara, bendungan,  dan prasarana transportasi. Dampak dari gempa terhadap sarana transportasi adalah berupa kerusakan pada jalan, kerusakan pada jembatan, dan kejadian longsor pada tebing di sisi jalan.  Kerusakan tersebut mulai dari yang ringan sampai yang berat, bahkan jalan tersebut tidak dapat lagi dilalui sama sekali.  Nah, kalau jalan sudah tertimbun oleh longsoran tebing sehingga menutupi jalan dan tidak bisa dilewati lagi, apa yang harus dilakukan?
Yang jelas sarana transportasi terputus, berdampak pada perekonomian, kesehatan, atau terhentinya bantuan terhadap suatu wilayah.
Dan biasanya kerusakan prasarana transportasi ini terjadi pada jaringan jalan yang terletak didaerah perbukitan atau pergunungan. Jalan utama maupun jalan alternative akan mengalami kerusakan, tebing penyangga jalan longsor atau jalan tertimbun oleh tebing yang mengapit jalan. Kalau ini yang terjadi semakin parah penderitaan para korban karena batuan akan terputus, hal ini harus jepat diatasi. Dalam hal memperbaiki kerusakan jalan tersebut hitungannya bukan hari lagi, tapi adalah jam. Dalam berapa jam perkiraan jalan bisa dipulihkan kembali, kalau perkiraan perbaikan secara darurat untuk menormalkan jalan tersebut memerlukan waktu cukup lama maka, langkah lain yang harus diambil adalah segera bantuan diberikan lewat udara atau laut.
Yang paling cepat cara memperbaiki jalan adalah menggunakan alat-alat berat. Alat berat yang jitu digunakan ada beberapa macam, seperti backhoe, bulldozer, loader, grader, dan dumptruck., ada kalanya juga diperlukan alat pemadat tanah. Backhoe berfungsi sebagai penggali , pembuang, dan pemuat tanah, bulldozer berfungsi sebagai pendorong tumpukan tanah, loader diutamakan sebagai pemuat tanah keatas truk, sedangkan grader berfungsi seperti bulldozer untuk meratakan permukaan tanah/jalan, dan dumptrack sebagai pembawa tanah ketempat buangan tanah.
Sering yang menjadi persoalan adalah tersediakah peralatan berat tersebut?, dapat atau mudahkah mobilitas alat berat kelokasi kejadian? Inilah yang harus cepat diskenariokan. Langkah berikutnya adalah jika alat berat ada, kombinasi alat berat yang mana yang paling pas untuk digunakan pada kejadian suatu kerusakan jalan, karena setiap kerusakan mempunyai karakter yang berbeda-beda. Seorang tenaga ahli tranportasi harus cepat memperkirakan besar volume timbunan pada muka jalan, atau berapa besar galian pada lereng tebing yang akan digali untuk badan jalan, dan kemana tanah akan dibuang. Sehingga kombinasi penggunaan alat berat dapat cepat disimulasikan dan prediksi berapa lama waktu  pengerjaan dapat diperkirakan dalam hitungan jam.
Sebagai contoh yang pernah disimulasikan oleh penulis dan kawan-kawan adalah untuk timbunan jalan sepanjang 30 meter, lebar jalan 5 meter, dan tinggi rata-rata timbunan yang berbentuk trapesium sampai ketebing setinggi 6 meter, sehingga diperkirakan jumlah volume tanah sebesar 1800 meter kubik. Jika digunakan kombinasi alat backhoe dan bulldozer dapat dikerjakan selama 11 jam. Dan jika menggunakan tenaga manusia sebanyak 45 orang dan dikerjakan terus menerus baru bisa diselesaikan selama 110 jam atau selama 14 hari kerja, karena kemampuan tenaga manusia sangat terbatas. Itupun dengan anggapan pembuangan tanah lansung kepinggir tebing jalan yang longsor. Sungguh lama jika mengandalkan tenaga manusia, kecuali sangat terpaksa karena peralatan berat tidak dimiliki, atau tidak bisa mencapai lokasi bencana.
Nah ini merupakan suatu gambaran pentingnya penyediaan alat-alat berat disuatu wilayah atau daerah, kalau dapat setiap Kabupaten memiliki alat- alat berat ini terutama pada daerah-daerah yang jaringan jalannya mudah akan terjadi longsor, daerah perbukitan atau pergunungan. Kalau harus menunggu mendatangkan alat-alat berat dari wilayah atau daerah yang jauh maka penyelesaian pemulihan jaringan jalan semakin lama, tentu berdampak terhadap para korban. Para korban semakin lama dapat bantuan atau pertolongan pangan maupun medis, korban semakin bertambah dan semakin menderita.
Kita dapat menyaksikan atau mendengar berita dari Koran, akibat jalan terputus, transportasi yang tidak lancar, bantuan tidak bisa sampai. Hal semacam ini dimanfaatkan oleh orang-orang jahil dengan menaikan harga bahan-bahan pokok maupun harga bahan bakar. Mereka memanfaatkan kondisi bencana menjadi peluang bisnis atau pemasukkan, sungguh tragis. Sampai saat kini belum ada alat pendeteksi kapan gempa akan terjadi. Kita tahu bahwa wilayah kita sebagian besar adalah zona yang rawan gempa. Gempa akan terjadi seketika, saat terjadi gempa akankah kita kebingungan lagi, seperti gempa-tsunami di Aceh, gempa di Jogjakarta, dan gempa di SumBar. Semoga bermanfaat sebagai bahan renungan.

Responses

ass…

saya mhs bapa di t.sipil mat kul geojal baru semester 5 sih..

^^

makasih pa infonya..
bagus untuk bahan renungan kita semua..

saya juga baru bkin blog masalah engineering n tugas2 yang di kasih dosen2 UII di masukin ke blog juga..

sekali2 kalo sempat kunjungin blog saya dan kasih tau kekurangan blog saya ya pak..

makasih sebelumnya..

Assalamualaikum,
Untuk akses jalan yang melewati jalan longsor sebaiknya dibuatkan dinding penahan tanah saja, tapi jika tidak memungkinkan, biasanya di setiap kabupaten terdekat terdapat alat berat yang standby, longsoran tanah sebanyak 1800 meter kubik jika di clearing menggunakan Dozer Caterpillar D9R hanya memerlukan waktu 6 jam saja, Wassalam

97511232

Leave a response

Your response:

Categories