Posted by: bachnas | 21st Sep, 2009

Mudik yg Aman

Seperti biasanya mudik bersama sudah betul-betul mentradisi bagi sebagian masyarakat kita. Hampir semua alat transportasi penuh sesak, pesawat udara, kapal laut, kereta api, dan angkutan jalan raya bahkan kendaraan yang bukan untuk jarak jauhpun seperti sepeda motor dan gerobak motor digunakan untuk mudik. Hal itu bisa-bisa saja, yang perlu dijaga adalah aman berkendaraan. Arus balik juga tidak kalah padatnya dengan arus mudik.

Kita lihat hasil suatu penelitian, Indonesia termasuk dalam tingkat kecelakaan jalan raya yang tinggi, termasuk peringkat 14 besar dunia. Mayoritas kecelakaan jalan raya yang tinggi adalah dibeberapa Negara di Afrika, dan Banglades. Data dari PT. Jasa Raharja untuk tahun 2005 mencatat sebanyak 36000 orang meninggal dijalan raya. Berarti sekitar 100 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas jalan raya setiap harinya. Sungguh hal ini sangat mengerikan.

Dari sekian kejadian kecelakaan yang paling tinggi persentasenya adalah disebabkan oleh kelalaian pengendara itu sendiri, yaitu hampir sebesar 90%. Sedangkan akibat kendaraan dan kerusakan atau ketidak sempurnaan jalan hanya sebesar 10%.
Dari hasil studi tersebut dapat kita tarik peringatan untuk kita semua bahwa kita sangat perlu berhati-hati dijalan raya, apalagi dalam suasan puncak aliran kendaraan untuk mudik bersama, ini sangat rawan kecelakaan.
Apa yang harus diwaspadai dalam rangka mudik yang aman? Yuk kita amati bersama.

Bagi pengendara mobil maupun sepeda motor, harus banyak beristirahat, jangan paksakan mengendara dalam keadaan ngantuk dan capek, beristirahatlah sesegera mungkin walaupun hanya 10 sampai 15 menit sudah dapat menyegarkan kembali badan yang ngantuk atau capek.
Jangan emosional pada saat mengendarai kendaraan, biasanya saat mudik bersama volume kendaraan meningkat yang efeknya kecepatan kendaraan menurun. Nah, jangan paksakan ingin memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, terlalu fatal akibatnya pada diri sendiri dan orang lain.

Tempatkan posisi kendaraan pada lajur yang benar, jangan sampai melewati marka pemisah arah lajur, dan juga jangan sampai terlalu ketepi jalan. Dari pengamatan penulis, permukaan jalan beraspal dengan bahu jalan sangat jarang yang mempunyai ketinggian permukaan sama, permukaan bahu jalan biasanya lebih rendah daripada permukaan jalan yang beraspal. Hal ini sangat membahayakan bagi pengendara mobil maupun sepeda motor, karena kesetabilan roda akan terganggu, roda akan terperosok kearah bahu jalan yang rendah. Pada saat terperosok tersebut pengendara kaget/gugup, dan hal ini sebagai pencetus terjadinya kecelakaan.

Atur jarak kendaraan satu sama lain, jangan terlalu dekat, jangan bergerombol, hal ini akan sangat membahayakan, akan sangat mudah terjadi senggolan. Senggolan bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi akan membuat kondisi kendaraan tidak setabil, apalagi jika pengemudi gugup, hal inilah yang sering menimbulkan kecelakaan. Disamping itu, kalau jarak antara kendaraan dengan kendaraan dimuka terlalu dekat akan mengakibatkan tabrakan beruntun, karena kita sukar memperkirakan apakah kendaraan didepan kita akan mengerem mendadak.

Jangan terlalu percaya diri untuk menjadi pendekar jalanan, menyelap-nyelip atau zig-zag, ataupun mengelakkan lobang dengan kecepatan tinggi akan sangat berbahaya, kendaraan akan menjadi tidak setabil. Dalam waktu yang singkat sekitar 1 detik untuk kendaraan kecepatan 36 km/jam kendaraan tersebut sudah melaju/berpindah tempat sejauh 10 meter. Nah, tinggal mengalikan saja, kalau kendaraan dalam kecepatan 72 km/jam, maka kendaraan tersebut akan mental sejauh 20 meter. Mampukah kita mengendalikan kendaraan dalam waktu 1 detik yang sudah beranjak sejauh 20 meter? Ngerikan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi kendaraan, kendaran mobil ataupun sepeda motor harus berada dalam kondisi prima, mesin, ban dan sistim pengereman harus berada dalam kondisi baik. Walaupun persentase kecelakaan akibat alat angkut adalah kecil tetapi bisa sebagai pencetus kecelakaan. Oleh karena itu periksalah semuanya sebelum berangkat pulang mudik.
Khusus untuk sepeda motor, bawaan beban harus imbang kiri kanan kendaraan, beban jangan terlalu menonjol keluar dari sepeda motor, jangan beban sampai mengganggu stang kendaraan anda.

Pengamatan penulis, hal ini sangat sering terjadi, motor maksimal 2 orang, tapi dimuati 4 orang. Barang bawaan menonjol sampai 40 cm lebih, dan dekat stang juga sudah dimuati dengan anak atau barang. Hal ini sangat tidak stabil, dan mudah tersenggol kendaraan lain.

Kondisi jalan sebagian juga masih memprihatinkan, geometri jalan yang perlu untuk ditingkatkan layanannya, lebar jalan, bahu jalan yang tidak sama tinggi dengan permukaan jalan, kelandaian jalan berupa tanjakan dan turunan yang curam, permukaan jalan yang tidak rata/bergelombang, berlobang, dan juga kebebasan pandangan ditikungan perlu untuk ditingkatkan.

Nah bagi pengemudi kekurangan fasilitas jalan seperti ini harus diwaspadai, karena hal ini bisa sebagai pencetus kecelakaan.
Demikian analisis penulis, selamat mudik yang aman, selalu waspada, jaga diri, jaga keluarga, dan juga jaga orang lain. Selamat berhari Raya, mohon maaf lahir bathin.
(Tulisan ini dimuat pada Surat Kabar Kedaulatan Rakyat, hari Rabu tgl 16 September 2009, foto sumber:KR)

Leave a response

Your response:

*

Categories

Meta

Archives