Posted by: bachnas | 28th Jul, 2009

JALAN RUSAK

JALAN RUSAK.

Permukaan jalan beraspal maupun yang terbuat dari beton semen (PC) sering kita lihat terjadi kerusakan. Ada yang bertanya pada penulis, apa saja macam kerusakan pada jalan tersebut? Banyak macam kerusakan yang terjadi pada permukaan jalan. Pada umumnya kerusakan tersebut lansung dapat terlihat oleh mata kita. Omelan yang sering kita dengar “Wah jalan Rusak”. Selanjutnya berikut ini.

Salah satu diantaranya adalah terkelupasnya permukaan jalan beraspal (pada struktur perkerasan lentur). Lapis permukaan jalan beraspal diberi satu lapisan paling atas yang disebut lapisan aus atau bisa juga disebut lapisan gesek (wearing course), tebal lapisan ini dibawah 4 cm. Jenis campuran yang sering digunakan untuk lapis ini adalah HRS dan AC-WC. Ada beberapa fungsi yang dapat diberikan oleh lapisan ini, berfungsi memberikan gesekan yang baik terhadap ban roda, memberikan kerataan pada permukaan jalan, dan menutupi keretakan pada permukaan jalan. Lapisan ini digolongkan sebagai lapisan non struktur. Pada saat pelaksanaan harus hati-hati, karena bisa terjadi pengelupasan (lihat gambar). Kenapa bisa terkelupas, ya bisa saja jika saat pelaksanaan ikatan antara lapisan yang baru dengan lapisan permukaan jalan yang lama tidak mengikat dengan baik. Garis besar pengerjaan, pertama lapisan permukaan jalan lama harus disemprot dengan kompresor angin agar debu yang melekat pada lapisan jalan lama seminimal mungkin yang tersisa alias jalan lama harus bersih dari debu. Kedua diberi lapisan pengikat khusus yang biasa disebut Tack Coat. Tack Coat terbuat dari aspal cair cut back asphalt atau bisa juga dari aspal emulsi. Jumlah aspal cair yang disemprotkan adalah sekitar 0,4 – 0,5 l/m2. Saat pemberian aspal pengikat ini harus betul-betul merata, kalau ada bagian yang tidak terolesi oleh aspal pengikat ini, maka bagian tersebutlah yang akan mudah terkelupas. Roda kendaraan akan menarik lapisan aus ini, kenapa? karena lapisan ini tipis. Jika ikatan pengeleman dengan jalan lama tidak baik (seperti amplop dengan prangko) maka terkelupaslah dia, bagaikan tikar atau karpet yang terinjak saat kita berjalan diatas karpet. Karpet tersebut bisa berubah bergelombang atau bergeser. Nah sekarang kita jadi tahu gitu rupanya kejadian jalan yang terkelupas, kurang hati-hati atau kurang cermat dalam pelaksanaan atau memang jumlah aspal sebagai lem yang dikurangi, bukan karena jalan pada lokasi tertuntu angker??

Responses

hai... salam kenal...

trima kasih dengan infonya....

mas... tulisan ini akan saya link ke situs saya, sebagai arsip pribadi saya...

Assalamu alaikum.....Pa, sy mo bertanya ttg kerusakan yang terjadi di tanjakan, tikungan, dan persimpangan.
Yang sy mo tanyakan kerusakan apa aja yang sering terjadi di tikungan,tanjakan, dan persimpangan dan apa penyebabnya.
Terima kasih Pa.

Leave a response

Your response:

*

Categories

Meta

Archives