Posted by: bachnas | 19th Mar, 2009

Truk Amblas

Nah terjadi lagi, hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009, dijalan Godean KM.4,5. Yogya, truk serat dengan muatan amblas masuk selokan. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, truk parkir diatas selokan yang tutup/plat betonnya tidak kuat, ya kejeblos. Kok bisa?

Kejadian semacam ini kadang kala saling menyalahkan, yang melihat kejadian ini tentu dengan mudah menyalahkan Sopir. Si Sopir juga menyalahkan yang bikin plat beton, bikin plat beton saja ngak bisa, jangan-jangan semenya di disamun ya? Yah, jadi panjang ceritanya.

OK, kita coba cari titik temunya?

1. Kalau memang saluran pada tepi jalan tersebut akan diperuntukkan bagian atasnya sebagai trotoar, maka ketebalan atau kekuatan plat betonnya cukup untuk menahan orang lewat. Berat orang berjalan paling-paling 100 kg, biasanya untuk perencanaan agar aman dianggap beban merata sebesar 500 kg permeterpersegi. Hanya pada bagian tertentu saja yang kekuatan plat betonnya di buat lebih kuat menahan beban kendaraan, yaitu pada daerah pintu gerbang masuk halaman rumah atau depan toko. Beban satu sisi roda belakang truk bisa mencapai 5 sampai 8 ton beratnya, atau beban sumbu belakang truk bisa 10 sampai 16 ton. Nah bandingkan lah dengan berat orang yang berjalan diatas plat beton tersebut, ya tentu saja truk akan amblas.

2. Kalau memang saluran pada tepi tersebut akan diperuntukkan untuk trotoar, maka harus dilengkapi dengan kerb (beton blok) setinggi 25 cm, hal ini sudah diatur dalam buku geometi jalan raya untuk perkotaan. Maksudnya trotoar tersebut ditinggikan sebesar 25 cm agar kendaraan tidak menaiki trotoar, sehingga pejalan kaki aman dari sambaran kendaraan yang akan naik trotoar. Kerb ini juga harus tahan terhadap benturan roda sebesar 500 kg. Bagian ini yang sering terlalaikan, bahkan pada tempat kejadian ini, permukaan jalan sama saja ratanya dengan plat beton yang jebol tersebut. Karena permukaannya sama rata dengan permukaan jalan, ya sang Sopir memarkir kendaraannya diatas plat tersebut, ya jebollah.

3. Kemungkinan yang lain, jika pihak yang berwenang akan menjadikan sisi jalan ini sebagai perlebaran jalan? Maka plat beton sudah harus di disain mampu untuk menahan beban kendaraan yang kemungkinan besar akan melintasi atas plat beton tersebut. Kalau memang untuk pelebaran jalan, masih terjadi kejebolan plat tersebut, berarti memang perencanaanya yang kilaf?, atau pelaksanya yang bermain-main dengan material?

4. Sekarang kita lihat dari fungsi peruntukan tepi jalan tersebut. Kalau tepi jalan diperuntukkan untuk pelebaran jalan karena jumlah arus lalulintas arah Godean ke Kota Yogya semakin meningkat, agar lalulintas jadi lancar pelayanan jalan (level of service = LOS) bisa naik, pada kontek ini ok/setuju. Pada pandangan lain adalah daerah ini daerah pemungkiman, dekat pasar, tentu banyak pejalan kakinya. Sebaiknya pejalan kaki diberi fasilitas trotoar agar pejalan kaki terlindung dari serempetan kendaraan yang padat tersebut. Naah, disinilah pertimbangan pengambil keputusan, mana yang utama harus selamat? Arus lalulintas lancar, atau pejalan kaki yang harus diselamatkan?

Seandainya Saudara yang sedang mengemban amanah pengambil keputusan, langkah mana yang akan saudara lakukan?

Semoga penjelasan diatas bisa sebagai tambahan keilmuan untuk menganalisis suatu kejadian/musibah amblasnya truk diatas plat sisi jalan.

Responses

Ass...... artikel yang sangat menarik untuk didiskusikan. Sepengetahuan saya, dalam suatu perencanaan keselamatan lalu lintas yang paling utama untuk diperhatikan adalah yang pengguna jalan mempunyai faktor keselamatan yang paling rendah, dalam hal ini adalah pedestrian. Namun sering terjadi malah yang bertolak belakang, pedestrian hampir selalu diabaikan meskipun pada awal perencanaannya sangat diperhatikan. Contohnya adalah selalu dibuat trotoar pada desain jalan dalam kota sebagai fasilitas bag pedestrian, namun seiring berjalannya waktu fasilitas tersebut malah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dalam hal ini kebijakan dari aparat yang terkait sangat diperlukan.
Jika kita kembali kepada masalah di jalan godean, yang harus diutamakan adalah fasilitas bagi pejalan kaki, namun kita juga tidak serta merta mengabaikan arus kelancaran kendaraan. Beberapa alternatif untuk memperlancar arus lalu lintas juga harus kita ambil, antara lain dengan pengalihan arus lalu lintas. Namun pada dasarnya tetap perhatian terhadap fasilitas bagi pejalan kaki harus lebih diutamakan.

Assalamuallaikim

wah pak Bachnas jeli juga ya, namun menurut saya truck yang kejeblos itu merupakan sesuatu mistake yang lumrah terjadi, karena mungkin pengetahuan supir truk tersebut tentang sebuah pelebaran jalan yang bukan sewajarnya diperuntukkan untuk penepian kendaraan yang mempunyai bobot yang besar. agar menghindari kejadian tersebut terulang maka si "Perancang" yang mendesain pelebaran tersebut menambahkan rambu di tepi jalan bahwa kendaraan yang boleh menepi hanyalah kendaraan dalam kategori sedang atau ringan dan dalam beban kendaraan yang di izinkan.

terima kasih artikelnya

Leave a response

Your response:

*

Categories

Meta

Archives