Posted by: bachnas | 7th Mar, 2009

Tebing Longsor

Akhir-akhir ini sering sekali terjadi tanah tebing longsor, longsor pada daerah pemukiman, longsor bagian tebing jalan pada sisi atas jalan atau pada badan jalan, baik jalan raya maupun jalan kereta api. Tentu semua kejadian longsor ini akan menimbulkan dampak yang tidak menyenangkan, terputusnya hubungan transportasi, kerugian harta benda, bahkan bisa menimbulkan korban nyawa.

Kenapa ya tanah bisa longsor? Pada tulisan ini dibahas sedikit tentang longsornya tanah tebing.

Setiap tanah punya sifat daya lekat (cohesion) dan daya gesek antar butiran tanah (friction of particle), dengan dua macam sifat tanah inilah tanah punya daya dukung berupa kemampuan untuk menahan berat sendiri, dan bahkan mampu menahan beban dari luar. Disamping itu tanah secara alami juga mempunyai rongga antar butir. Dalam keadaan biasa/normal, pori/rongga ini terisi sedikit air dan sebagian besar terisi oleh udara, kumpulan rongga dalam suatu kelompok tanah disebut juga volume pori. Setiap jenis tanah punya volume pori yang berbeda-beda. Jika kandungan air yang mengisi pori/rongga melebihi batas optimumnya, daya kohesi dan daya geseknya akan menurun, maka sifat tanah terhadap daya dukungnya akan menurun. Itulah sebabnya setiap habis hujan sering terjadi tanah longsor, tanah sudah bertambah berat, karena pori/rongganya terisi air dan sifatnya juga menjadi lemah, kohesi dan gesekan menurun. Sehingga daya dukung untuk memikul berat sedirinya saja sudah tidak mampu, apalagi ditambah dengan beban luar berupa bangunan atau kendaraan yang bergerak. Getaran akan mempercepat proses longsor, getaran akibat kendaraan ataupun akibat gempa bumi.

Bagaimana pula dengan bidang longsor? Bidang longsor adalah bidang yang terbentuk secara alami yang berfungfi sebagai permukaan bidang untuk longsornya bagian tanah sebelah atas dari bidang longsor tersebut. Pada awalnya kondisi tanah ada yang berlapis lapis, dan setiap lapis mempunyai sifat/properties yang berbeda. Dan bisa saja seragam sampai beberapa meter dalamnya, memiliki sifat yang sama. Tapi pada saat terjadi hujan permukaan atas sampai pada kedalaman beberapa meter sudah terisi oleh air seperti yang dijelaskan diatas, sedangkan pada bagian bawah masih belum terisi air. Sehingga terdapat dua macam masa tanah dengan sifat yang berbeda, jika bagian atas sudah sangat berat karena terisi air, maka bidang yang belum terisi air menjadi suatu lapisan yang masih keras, bidang inilah yang dapat berfungsi sebagai bidang gelincir dari tanah permukaan yang sudah jenuh tadi.

Nah, sekarang kita tahu bahwa sistim drainasi sangat penting untuk setiap wilayah, tebing-tebing, dan sepanjang jalan raya maupun jalan kereta api. Dengan sistim drainasi yang baik akan bisa mengendalikan air, agar seminimal mungkin air yang masuk kedalam volume pori/rongga tanah. Disamping itu juga nampak arti pentingnya tanggul penahan tebing dan akar pohon-pohonan yang dapat mencengkram tanah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Responses

ditempat saya sering terjadi yang namanya longsor. efeknya tidak tanggung-tanggung. memutus hubungan transportasi darat antara Prov. Sumut dan Prov. NAD bagian barat, bahan pangan terhambat, dsb. kerugian besar nah jadinya. untuk menanggulangi bahaya longsor. pemda setempat biasanya menghimbau kepada masyarakat untuk menghentikan aktifitas penebangan hutan (Ilegal Loging). namun, setelah aktifitas itupun terhenti. tetap aja masih longsor. padahal di sekian banyak tempat yang longsor (ditempat saya) masih banyak kok pohon-pohon disekitarnya, yang akarnya digunakan untuk menahan tanah. jadi bingung masih tetap longsor ya.

Di tempat saya bekerja sekarang apabila musim hujan datang sering terjadi longsoran pada daerah hasil reklamasi. Apakah ada cara lain untuk memperkuat daya dukung tanah?

Terima kasih untuk informasi mengenai longsoran tanah pada daerah bertebing. Mohon kalau tidak keberatan menolong saya mengirimkan gambar disain sederhana pasangan batu kali dikombinasi dengan beton bertulang untuk perkuatan tebing dengan tinggi 20 meter. Terima kasih banyak untuk bantuannya.
Salam, Ferdi

terima kasih atas informasinya mengenai longsor pada tebing. ulasan yang sangat membantu. saat ini saya akan mengadakan penelitian mengenai evaluasi daerah rawan longsor pada jalan rel. saya mau bertanya pak:
1. adakah standart2 atau indokator tertentu, sehingga daerah itu bisa ditetapkan sebagai daerah rawan longsor.
2. variable2 apa yang digunakan dalam mengevaluasi daerah rawan longsor.
terima kasih

Leave a response

Your response:

*

Categories

Meta

Archives