Posted by: bachnas | 17th Aug, 2008

Trotoarku sayang trotoarku malang

TROTOARKU SAYANG TROTOARKU MALANG.

Tidak selamanya kita naik kendaraan, sepeda motor, mobil ataupun bus perkotaan. Suatu saat kita akan berjalan kaki, pada saat itulah kita baru akan merasakan begitu pentingnya si trotoar. Trotoar merupakan kelengkapan prasarana jalan untuk perkotaan. Keberadaan trotoar diatur oleh undang-undang sampai Kep-Men. Untuk apa kok diatur segala?, untuk keselamatan pejalan kaki dari serempetan kendaraan. Tapi sayang mulai dari Pemerintah yang seharusnya melindungi pejalan kaki sampai masyarakat pengguna trotoar, ya boleh dikatakan agak cuek aja terhadap kondisi trotoar tersebut.

Kita semua bisa menyaksikan dan ngak usah jauh-jauh, lihatlah di kota kita, Yogya. Seperti apa kondisi dan perlakuan pada trotoar ?, berlobang, tidak rata, tempat berdagang, lesehan, tambal ban, pot bunga, bahkan sampai untuk parkir. Nah kalu kita sekali tempo menggunakan trotoar, siap-siap lah jadi pendekar, melompati lobang, menghindari pot bunga, tiang listrik, tiang telpon, tiang baleho iklan, dan juga hati-hati jangan sampai masuk penggorengan, dan kalau berani silahkan aja lewat dijalan, hiaat loncat lagi keatas trotoar karena kendaraan udah hampir nyerempet. Begitulah keseharian nasib si pejalan kaki. Mana yang tepat ya ? “ trotoarku malang atau si pejalan kaki yang malang ?”

Responses

Wah,,itu tempat parkir sepeda motor persis di sebelah selatannya pos polisi. pak polisi kok didiemin aja, lumayan ada 10an motor x Rp 20 ribu. hehhe.

Yah begitulah, sekarang kepekaan terhadap penyimpangan/pelanggaran sudah semakin tipis.
Yang benar dengan yang salah sudah semakin tercampurkan.
Semoga yang masih peka tetap mempertahankan kepekaannya.
OK.

mungkin salah satu solusinya ya diberi fasilitas parkir yang memadai atau mengalihkan ketempat selain trotoar.

"Banyak orang pintar, tetapi tidak bijak"

trotoar di jakarta semakin malang,pak...bukan hanya untuk parkiran motor dan PKL tapi juga untuk 'jalan tikus' bagi roda 2! Apalg saat jalan macet, maka trotoar menjadi 'penyelamat' buat roda 2 agar bisa tetap melaju. Benar2 tidak disisakan jalur untuk pejalan kaki. Bahkan yg seringkali terjadi adalah pejalan kaki yg berjalan di trotoar dimaki oleh pengendara roda 2 krn dianggap menghalangi 'jalan tikus' mereka agar tetap bisa wusssss
kejamnya ibukota :))

Itulah kenyataannya,yang salah tetap dibenarkan dengan alasan kemudahan. perlu pembinaan yang total, baik iptek maupun imtak.

kalau begitu yang salah semuanya ya pak???
pemerintah salah,pengguna jalan salah,perancang jalan juga salah..
kalau gitu kita mau tuntut siapa??
hehe

Leave a response

Your response:

*

Categories

Meta

Archives