Posted by: bachnas | 3rd Aug, 2008

ANGKUTAN DALAM KOTA

BENTOR

Jika anda ke Kota Gorontalo, maka anda tentu akan mencoba naik becak ala Gorontalo, namanya BENTOR becak ber mesin sepeda motor. Bukan becak ditempeli mesin motor, tapi motor yang di olah, bagian depan motor dirakit dengan tempat duduk, stang motor masih dipakai, si sopir terlindung dari panas dan hujan, sehingga bentuknya kompak seperti buatan pabrik (lihat foto).

BENTOR ini sebagai alat tranportasi dalam kota, bahkan juga mau untuk mengantar penumpang ke luar kota. Uniknya penumpang ditarik 3000 rupiah per -orang, jika kita naik 2 orang ya bayar 2×3000 rupiah. Penumpang bisa sampai 4 orang, yang satu duduk dibelakang sopir seperti kita duduk boncengan dengan teman naik motor. Asyik juga tuh.

Praktis memang, kecepatan biasanya tidak lebih dari 30 Km/jam, tapi saya pernah juga melihat yang ngebut. Dilihat dari keamanan memang agak berbahaya bagi penumpang, karena penumpang berada bagian depan dan tidak ada pelindung maupun sabuk pengaman. Ditikungan juga berbahaya kalau si Sopir Bentor ngebut. Memang kendaraan roda tiga kurang stabil dibandingkan kendaraan roda 4.

Dari sisi kemacetan dalam kota masih belum nampak tentu saja karena kota Gorontalo masih sepi, apa lagi jika dibandingkan dengan Yogya.

Depertemen Perhubungan sudah membuatkan prototype BENTOR yang lebih aman. Penumpang berada pada bagian belakang sopir. Dan model mesin juga dilengkapi dengan porseneling mundur. Cuma si sopir masih belum terlindung jika hari hujan.

Yuk ke Gorontalo nyoba BENTOR.

Responses

Sebenarnya inikan mirip becak bermontar ya pak
Di Jogja atau memang aturannya kan becak bermotor itukan dilarang karena pertimbangan faktor keselamatan orang banyak.
Kalau di Gorontalo diijinkan, bahkan pemerintah membuatkan prototipe yang lebih baik, menurut Bapak kedepan apakah di Jogja akan diijinkan pemekaian becak bermotor? (ke UII Besi bisa naik becak dari UII CD pak).

Makasih

kepada pak Bachnas yang terhormat

ikut komentar ya pak, kendaraan saat ini sudah sangat banyak jenis transportasi dari mengunakan sistem tenaga manusia sampai mesin tersedia. tetapi kebanyakan manusia yang mengunakan transportasi tidak memperhatikan fungsi dari kendaraan itu sendiri, saya melihat kendaraan saat ini dibedakan menjadi kendaraan fungsi dan kendaraan gengsi :
kendaraan fungsi, seperti kita ketahui seperti angkutan yang berfungsi mengangkut/mengantarkan kita dari satu tujuan ketujuan lainnya,dengan kapasitas daya angkut yang memadai dan disarankan.

kendaraan gengsi adalah kendaraan yang mempunyai kapasitas besar namun tidak dioptimalkan, keberadaannya sebagai penyedap mata saja, warna yang menarik namun minimal fungsi dalam pengunaannya.

saya turut prihatin karena takut kalo kendaraan gensi lebih banyak mendominasi jalan jalan raya dan menyisihkan kendaraan fungsi yang nyata-nyata berperan dalan dunia transportasi

sepertihalnya mentor atau bentor yang merupakan kendaraan tranportasi yang sangat fungsional dalam kehidupan masyarakat umum.

Becak dengan berbagai model dan asal (Cina, India, Indonesia, dll) dikenal sebagai alat transportasi ramah lingkungan karena menggunakan tenaga manusia untuk menjalankannya. Namun bentor yang menggunakan mesin, saya kira lebih mirip dengan ojek (tanpa hujyan dan becyek :D ), hanya saja dengan daya angkut yang lebih banyak.

Keren juga tuh bisa ngangkut lebih banyak penumpang … depan 2 orang belakang 2 orang, tapi tarifnya beda lhoooo ….

Pak Bachnas, Beberapa hari lalu sempet naik bentor di gorontalo. Lumayan nyaman dan lebih cepet dari Becak di Yogyakarta. Bentor yang saya naiki , sopirnya sudah terlindungi dari hujan.
Dari bandara gorontalo ke kota ..sekitar 30 km.. kena charge Rp 50.000,- ..plus saya tambahi Rp10.000,- Lebih murah dari taksi ..(taksi sekitar 150 ribu.)
Trend bentor saat ini sudah full modifikasi, Ditambahi lampu plus sound system yang hingar bingar . ..Pokoke meriah tenan .

Salam..

Kalau kita lihat prinsip dasar angkutan untuk transportasi adalah aman, nyaman, cepat dan terakhir ekonomis.
Satu sama lain saling berkaitan, dan yang terpenting lagi sekarang ini adalah kendaraan yang tidak menimbulkan kemacetan. Kalau sudah macet, maka ke 4 prinsip dasar sukar untuk dipenuhi.
Nah, gengsi ini memang tidak termasuk dalam kriteria bertransportasi, hihi.
OK.

Wah asyik nih. BEcak ini. Cuman kalo semua becak ganti bermotor nanti apakah polusi udara akan makin parah yah?

Walau dari sisi eknonomi, penjuaalan motor jadi meningkat dan Penerimaan Pajak daerah dari KEndaraan BErmotor juga meningkat. He..he..

Semoga liburan UII besok nyebrang ke sana.
Doakan Pak Bachnas.

http://www.ipan.web.id

g’ pa2 ikutan kan? oya klo aku si spakat2 aja, daripada banyak yang jadi pengangguran atau jadi preman ( pry makan magsudnya) ya mendingan kerja tarik bentor. supaya mengurangi teman aku jadi pengngguran,,,,he…he..,.he..

perlu dicoba nech pak..
tapi apa bukan malah nambah polusi yach??
kalau gorontalo sudah ramai sudah tidak efektif lagi karena sama ajah akan terkena macet kaya mobil2 yang laen…he

pingin skali ke gorontalo naik bentor ….. kpn ya bisa kesana

Ane pernah diGorontalo coy… tentunya Bentor ngak asing lagi buat ane… terus terang bagi kalau di kota lain diperbolehkan…ane pasti setuju sebab, bentor juga bisa digunakan sebagai kendaraan keluarga… kenapa bisa demikian ? karena Bentor dapat mengangkut 4 orang dewasa, kalau kita pakai motor kan harus punya 2 motor… disinilah Bentor lebih ekonomis bagi keluarga menengah kebawah sangat cocok. semoga di Sidoarjo JATIM segera banyak yang bikin Bentor.

Ane pernah diGorontalo coy… tentunya Bentor ngak asing lagi buat ane… terus terang bagi ane kalau di kota lain diperbolehkan…ane pasti setuju sebab, bentor juga bisa digunakan sebagai kendaraan keluarga… kenapa bisa demikian ? karena Bentor dapat mengangkut 4 orang dewasa, kalau kita pakai motor kan harus punya 2 motor… disinilah Bentor lebih ekonomis bagi kita keluarga menengah kebawah sangat cocok. semoga di Sidoarjo JATIM segera banyak yang bikin Bentor.

Leave a response

Your response:

Categories